Sekarang aku sedang sendirian dikamar, menatap sudut-sudut ruang berwarna hijau ini. Ini adalah kosan dimana aku akan tinggal disini selama aku melewati masa SMA. Apakah kosan ini bisa disebut sebagai rumah? Seperti yang sering kalian dengarkan, rumahku surgaku. Berarti rumah memiliki pengertian dimana seseorang bisa tinggal dan menjalani hidupnya atau sebagian dari hidupnya dengan berbagai perasaan suka dan duka bersama dengan seseorang ataupun sendiri. Berarti aku dapat mengatakan bahwa kosan ini adalah rumah, namun bukan berarti ini adalah rumahku. Kata "Rumahku" memiliki suatu subjek yang menyatakan kepemilikan yaitu "aku", itu berarti menyatakan suatu hal yang harus dimiliki oleh individu. Oleh karena itu, dimanapun kita berada, dimanapun kita tinggal, milik kita ataupun bukan, dapat disebut dengan rumah. Jika suasana didalam rumah tersebut tidak menyenangkan, maka tersenyumlah. Jika suasana hatimu yang tidak menyenangkan, maka tertawalah.
Hidup itu indah kawan...
Semoga bermanfaat... ><
Sumber : berbagai buku dan opini penulis.
Rumah Impian
Aku ingin punya rumah yang penuh dengan seni, segala sudutnya akan kuisi dengan kasih sayang. Hari-hariku tidak akan pernah membosankan, karena aku sudah punya rumah impian.
Jumat, 18 Oktober 2013
Mendaur ulang kertas itu bisa dikatakan karya seni!
Dikatakan karya seni karrna proses pembuatannya dikerjakan sendiri di rumah.
Peranti bahan yang diperlukan :
1. Kertas bekas
2. Satu buah ember besar
3. Kain katun atau sutra selebar 1m persegi
4. Jaring halus plastik
5. Stepler dan selotip
6. Bingkai kayu seukuran besar buku
Jika piranti tersebut sudah siap, rentangkan jaring kuat-kuat, pasanglah pada bingkai dan di stepler. Rekatkan selotip di sekeliling jaring yang telah terbingkai itu agar pinggiran kertas nanti hasilnya rapi.
langkah :
Buatlah bubur kertas dari kertas bekas dengan menggunakan blender. Lalu tuangkan bubur kertas tersebut kedalam ember besar, tuangkan air secukupnya. Dengan bingkai yang sudah jadi tadi, saringlah bubur kertas pada bagian depannya, tunggu hingga air turun kembali ke ember. Bentang kain di lantai, lalu letakkan dan cepat tengkutapkan cetakan kertas tersebut di kain. Tunggu hingga kertas mengering. Jika sudah kering, rentangkan kain dan dendan sendirinya kertas akan terlepas. Dan kertas daur ulang siap digunakan. Kertas hasil dari kreativitas kita dapat digunakan untuk berbagai hal.
Tips :
1. Anda dapat memberi warna saat kertas masih berupa bubur.
2. Saat kertas yang dicetak belum kering, kamu bisa mencap berbagai macam benda dipermukaannya.
3. Kamu bisa membubuhi apasaja ke dalam bubur kertas agar kertas tersubut menjadi unik dan lucu.
Semoga bermanfaat!!! ><
Sumber : Schmallenbach, Mia. 2001. 101 Ideas To Save Our World Starting At Home. Jakarta: PT Elex Media Komputindo.
Peranti bahan yang diperlukan :
1. Kertas bekas
2. Satu buah ember besar
3. Kain katun atau sutra selebar 1m persegi
4. Jaring halus plastik
5. Stepler dan selotip
6. Bingkai kayu seukuran besar buku
Jika piranti tersebut sudah siap, rentangkan jaring kuat-kuat, pasanglah pada bingkai dan di stepler. Rekatkan selotip di sekeliling jaring yang telah terbingkai itu agar pinggiran kertas nanti hasilnya rapi.
langkah :
Buatlah bubur kertas dari kertas bekas dengan menggunakan blender. Lalu tuangkan bubur kertas tersebut kedalam ember besar, tuangkan air secukupnya. Dengan bingkai yang sudah jadi tadi, saringlah bubur kertas pada bagian depannya, tunggu hingga air turun kembali ke ember. Bentang kain di lantai, lalu letakkan dan cepat tengkutapkan cetakan kertas tersebut di kain. Tunggu hingga kertas mengering. Jika sudah kering, rentangkan kain dan dendan sendirinya kertas akan terlepas. Dan kertas daur ulang siap digunakan. Kertas hasil dari kreativitas kita dapat digunakan untuk berbagai hal.
Tips :
1. Anda dapat memberi warna saat kertas masih berupa bubur.
2. Saat kertas yang dicetak belum kering, kamu bisa mencap berbagai macam benda dipermukaannya.
3. Kamu bisa membubuhi apasaja ke dalam bubur kertas agar kertas tersubut menjadi unik dan lucu.
Semoga bermanfaat!!! ><
Sumber : Schmallenbach, Mia. 2001. 101 Ideas To Save Our World Starting At Home. Jakarta: PT Elex Media Komputindo.
Langganan:
Komentar (Atom)